GOD knew that everyone needs companionship and cheer,
He knew that people need someone whose thoughts are always near
He knew they need someone kind to lend a helping hand…
Someone to gladly take the time to care and understand.
GOD knew that we all need someone to share each Happy Day,
to be a source of courage when troubles come our way.
Someone to be true to us, whether near or far apart
Someone whose love, we'll always, hold and treasure in our hearts.
That's Why…??!!
GOD gave us Friends
Tampilkan postingan dengan label Paket Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paket Sahabat. Tampilkan semua postingan
Rabu, November 05, 2008
ADAKAH YG LEBIH DARIPADA SEORANG SAHABAT?
TIDAK ada yg LEBIH menyakitkan daripada menyakiti seorang SAHABAT!
TIDAK ada yg LEBIH menyembuhkan daripada dimaafkan seorang SAHABAT!
cintai dan kasihilah SAHABAT Anda!
TIDAK ada yg LEBIH menyembuhkan daripada dimaafkan seorang SAHABAT!
cintai dan kasihilah SAHABAT Anda!
Selasa, November 04, 2008
WAKTU PERSAHABATAN
SAHABAT,
tidak pernah mengukur sebuah persahabatan Anda dengan waktu yang Anda habiskan bersamanya
tidak pernah mengukur sebuah persahabatan Anda dengan waktu yang Anda habiskan bersamanya
label:
Paket Sahabat
Jumat, Oktober 03, 2008
Senin, September 29, 2008
-@- dari teman, Ariany SITUMORANG -@-
dikirim teman, AS-ym-29sep2008
thx sis
~~~~~~
Dikasihi itu sungguh indah, kita menjadi berarti, berharga dan tidak sia-sia.
Hidup menjadi penuh warna, sahabat dan kerabat
thx sis
~~~~~~
Dikasihi itu sungguh indah, kita menjadi berarti, berharga dan tidak sia-sia.
Hidup menjadi penuh warna, sahabat dan kerabat
Sabtu, September 27, 2008
SETIA & Happy Long Long Weekend
tidak ada hal yg lebih utama lagi dalam sebuah persahabatan selain menjadi SETIA..
enjoy your long long holiday..
enjoy your long long holiday..
label:
Paket Sahabat
Jumat, September 26, 2008
-@- dari pariban, Poltak SIMANJUNTAK -@-
dikirim pariban hasian na jugul baut, PS-ym-26sep2008
thx iban jugul
~~~~~~~~~~~
aku mencintaimu, sebab cinta adalah hakekat hidup
thx iban jugul
~~~~~~~~~~~
aku mencintaimu, sebab cinta adalah hakekat hidup
label:
Paket Sahabat
mana yang ANDA pilih?
CINTA ecek2 mengatakan, 'aku menCINTAI-mu karena aku membutuhkan mu.'
atau
CINTA dewasa, 'aku membutuhkan-mu karena aku mencintai mu.'
atau
CINTA dewasa, 'aku membutuhkan-mu karena aku mencintai mu.'
selamat menikmati CINTA Anda & salam CINTA dari saya..
label:
Paket Sahabat
Sabtu, September 20, 2008
CINTA dan SAYANG
CINTA dan SAYANG berarti menCOBA membuat bahagia
sama seperti menjadi bahagia!!
sama seperti menjadi bahagia!!
selamat bahagia bersama mereka yg Anda cintai dan sayangi...
label:
Paket Sahabat
Senin, September 15, 2008
-@- dari teman, Riri GULTOM -@-
dikirim teman, RG-ym-15sep2008
thx sis
~~~~~~
just one little sin, what harm can it do...
but give it free reign, and soon there are two...
thx sis
~~~~~~
just one little sin, what harm can it do...
but give it free reign, and soon there are two...
label:
Paket Sahabat
Sabtu, September 13, 2008
SAHABAT
Suatu hari, ketika saya masih duduk di kelas satu SMA, saya melihat seorang anak dari kelas saya berjalan pulang dari sekolah. Namanya Kyle. Sepertinya ia menenteng semua bukunya. Lalu saya berpikir, "Kenapa ada orang yang masih mau membawa bukunya pulang pada hari Jumat." Pasti dia anak yang aneh, karena kalau saya, setiap akhir pekan acara saya pasti sudah padat terencana, ya pesta, pertandingan sepak bola, dan lain-lain. Jadi, sambil menggelengkan kepala, aku terus melangkah.
Tiba-tiba saya melihat sekelompok anak kecil berlari ke arahnya, dan dengan sengaja menabraknya. Bukunya berhamburan, dan ia pun jatuh ke tanah berlumpur. Kacamatanya melayang jatuh ke rerumputan, kira-kira 10 kaki jauhnya dari tempat di mana ia jatuh, ia menatap ke atas, dan kulihat kesedihan yang amat mendalam di wajahnya. Hatiku tergerak, dan merasa kasihan kepadanya.
Aku melangkah perlahan menghampirinya. Sambil merangkak, ia melihat ke sekeliling, mencari kacamatanya. Kulihat matanya berlinang. Kuambil kacamatanya, dan kuberikan kepadanya.
"Anak-anak tersebut memang sangat nakal," kataku kepadanya.
Ia menatapku dan berucap lembut:"Hey, terima kasih"
Ia tersenyum lebar. Itulah senyuman tertulus, tanda ucapan terima kasih, yang pernah kulihat selama ini. Aku bantu dia mengumpulkan buku-bukunya yang berserakan, sambil kutanya di mana ia tinggal.
Ternyata, dia tinggal dekat rumahku. Aku lalu bertanya, kalau dia memang tinggal di dekat rumahku, bagaimana mungkin aku belum pernah melihat dia sebelumnya. Ia bercerita bahwa sebelumnya, ia sekolah di sebuah sekolah swasta. Aku memang belum pernah bergaul dengan anak dari sekolah swasta sebelumnya.
Sepanjang jalan ia bercerita, sementara buku-bukunya kubawakan. Ternyata, ia anak yang manis juga. Aku tanyai apakah dia mau bermain sepakbola bersama saya, dan ia menjawab:"Ya", dengan bersemangat. .
Kami jalan bersama sepanjang akhir pekan, dan ternyata, semakin ku kenal Kyle, semakin suka aku padanya. Teman-temanku juga menyukainya.
Hari Senin tiba, dan kulihat Kyle dengan setumpuk bukunya lagi. Kudekati dia dan kukatakan sambil bercanda: "Gila kamu, Kyle! Kamu bisa mengencangkan otot-ototmu dengan mengangkut buku-bukumu setiap hari."
Ia cuma tertawa dan memberikan separuh bukunya kepadaku.
Selama empat tahun kemudian, kami terus bersahabat. Ketika kami sudah duduk di kelas senior, dan kami harus mulai memikirkan tentang universitas, Kyle memutuskan untuk melanjutkan ke Georgetown, dan saya berencana ke Duke. Saat itu saya tahu, bahwa persahabatan kami akan terus abadi, dan bahwa jarak yang memisahkan kami tidak akan menjadi penghalang. Ia akan menjadi seorang dokter, dan saya akan mengambil jurusan bisnis, karena saya mendapatkan beasiswa dari kegiatan sepakbola saya.
Kyle memang seorang bintang kelas dan aku bahkan sering menggodanya sebagai kutu buku. Sebagai bintang kelas, ia harus menyiapkan pidato perpisahannya. Pada saat-saat seperti itu, aku bersyukur, bukan aku yang harus berdiri di mimbar dan berpidato.
Persis pada hari wisuda kami, aku lihat Kyle tampak begitu gagah. Benar-benar seorang anak SMA yang kerja keras dan berhasil yang sungguh patut dicontoh. Teman ceweknya banyak. Dalam hal yang satu ini aku sering iri padanya. Tapi aku juga melihat bahwa ia sangat gelisah menjelang saat pidatonya. Maka aku dekati dia, dan kutepuk punggungnya:"Hai, kawan! Pasti OK."
Dia terdiam melihatku dengan tatapan yang sungguh penuh terima kasih, lalu katanya dalam-dalam:"Terima kasih."
Ketika hendak memulai pidatonya, dia mengambil nafas dalam-dalam, dan mulai berkata: "Wisuda adalah saat untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kita melewati masa-masa yang berat. Orangtua kita, guru-guru, teman sekamar, mungkin para tutor, tetapi yang paling banyak adalah teman. Saya berdiri di sini dan akan menceritakan sebuah kisah nyata."
Aku menatapnya dengan rasa tidak percaya pada apa yang kemudian ku dengar. Ia bercerita bahwa suatu hari ia merasa sangat berputus asa, hingga ia berniat hendak bunuh diri di akhir minggu. Ia mulai dengan mengosongkan lockernya supaya mamanya tidak perlu repot nantinya, dan ia mengangkut semua bukunya pulang. Sambil terus bercerita, ia menatapku sambil tersenyum.
Untungnya, saya diselamatkan. Seorang teman saya menyelamatkan saya dari rencana putus asa tersebut."
Saya menangkap getaran dalam suaranya, dan ia terdiam mengambil nafas dan mengatur emosinya kembali. Saya juga menangkap emosi para hadirin, hampir semua menahan nafas dan terhanyut dalam cerita tersebut.
Semua mata menatap pemuda pintar dan tampan yang sungguh populer itu menceritakan kenangannya tatkala melewati masa yang paling sulit dalam hidupnya. Saya juga melihat orang tuanya melihat ke arahku dengan tersenyum.
Belum pernah aku merasakan rasa haru yang begitu mendalam.
So, Jangan sekali-kali meremehkan tindakan yang anda lakukan.
Bahkan dengan tindakan kecil-pun anda dapat saja mengubah hidup orang lain.
Sahabat adalah malaikat yang mengangkat kita tatkala kita lupa bagaimana caranya terbang.
(kutipan)
Tiba-tiba saya melihat sekelompok anak kecil berlari ke arahnya, dan dengan sengaja menabraknya. Bukunya berhamburan, dan ia pun jatuh ke tanah berlumpur. Kacamatanya melayang jatuh ke rerumputan, kira-kira 10 kaki jauhnya dari tempat di mana ia jatuh, ia menatap ke atas, dan kulihat kesedihan yang amat mendalam di wajahnya. Hatiku tergerak, dan merasa kasihan kepadanya.
Aku melangkah perlahan menghampirinya. Sambil merangkak, ia melihat ke sekeliling, mencari kacamatanya. Kulihat matanya berlinang. Kuambil kacamatanya, dan kuberikan kepadanya.
"Anak-anak tersebut memang sangat nakal," kataku kepadanya.
Ia menatapku dan berucap lembut:"Hey, terima kasih"
Ia tersenyum lebar. Itulah senyuman tertulus, tanda ucapan terima kasih, yang pernah kulihat selama ini. Aku bantu dia mengumpulkan buku-bukunya yang berserakan, sambil kutanya di mana ia tinggal.
Ternyata, dia tinggal dekat rumahku. Aku lalu bertanya, kalau dia memang tinggal di dekat rumahku, bagaimana mungkin aku belum pernah melihat dia sebelumnya. Ia bercerita bahwa sebelumnya, ia sekolah di sebuah sekolah swasta. Aku memang belum pernah bergaul dengan anak dari sekolah swasta sebelumnya.
Sepanjang jalan ia bercerita, sementara buku-bukunya kubawakan. Ternyata, ia anak yang manis juga. Aku tanyai apakah dia mau bermain sepakbola bersama saya, dan ia menjawab:"Ya", dengan bersemangat. .
Kami jalan bersama sepanjang akhir pekan, dan ternyata, semakin ku kenal Kyle, semakin suka aku padanya. Teman-temanku juga menyukainya.
Hari Senin tiba, dan kulihat Kyle dengan setumpuk bukunya lagi. Kudekati dia dan kukatakan sambil bercanda: "Gila kamu, Kyle! Kamu bisa mengencangkan otot-ototmu dengan mengangkut buku-bukumu setiap hari."
Ia cuma tertawa dan memberikan separuh bukunya kepadaku.
Selama empat tahun kemudian, kami terus bersahabat. Ketika kami sudah duduk di kelas senior, dan kami harus mulai memikirkan tentang universitas, Kyle memutuskan untuk melanjutkan ke Georgetown, dan saya berencana ke Duke. Saat itu saya tahu, bahwa persahabatan kami akan terus abadi, dan bahwa jarak yang memisahkan kami tidak akan menjadi penghalang. Ia akan menjadi seorang dokter, dan saya akan mengambil jurusan bisnis, karena saya mendapatkan beasiswa dari kegiatan sepakbola saya.
Kyle memang seorang bintang kelas dan aku bahkan sering menggodanya sebagai kutu buku. Sebagai bintang kelas, ia harus menyiapkan pidato perpisahannya. Pada saat-saat seperti itu, aku bersyukur, bukan aku yang harus berdiri di mimbar dan berpidato.
Persis pada hari wisuda kami, aku lihat Kyle tampak begitu gagah. Benar-benar seorang anak SMA yang kerja keras dan berhasil yang sungguh patut dicontoh. Teman ceweknya banyak. Dalam hal yang satu ini aku sering iri padanya. Tapi aku juga melihat bahwa ia sangat gelisah menjelang saat pidatonya. Maka aku dekati dia, dan kutepuk punggungnya:"Hai, kawan! Pasti OK."
Dia terdiam melihatku dengan tatapan yang sungguh penuh terima kasih, lalu katanya dalam-dalam:"Terima kasih."
Ketika hendak memulai pidatonya, dia mengambil nafas dalam-dalam, dan mulai berkata: "Wisuda adalah saat untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kita melewati masa-masa yang berat. Orangtua kita, guru-guru, teman sekamar, mungkin para tutor, tetapi yang paling banyak adalah teman. Saya berdiri di sini dan akan menceritakan sebuah kisah nyata."
Aku menatapnya dengan rasa tidak percaya pada apa yang kemudian ku dengar. Ia bercerita bahwa suatu hari ia merasa sangat berputus asa, hingga ia berniat hendak bunuh diri di akhir minggu. Ia mulai dengan mengosongkan lockernya supaya mamanya tidak perlu repot nantinya, dan ia mengangkut semua bukunya pulang. Sambil terus bercerita, ia menatapku sambil tersenyum.
Untungnya, saya diselamatkan. Seorang teman saya menyelamatkan saya dari rencana putus asa tersebut."
Saya menangkap getaran dalam suaranya, dan ia terdiam mengambil nafas dan mengatur emosinya kembali. Saya juga menangkap emosi para hadirin, hampir semua menahan nafas dan terhanyut dalam cerita tersebut.
Semua mata menatap pemuda pintar dan tampan yang sungguh populer itu menceritakan kenangannya tatkala melewati masa yang paling sulit dalam hidupnya. Saya juga melihat orang tuanya melihat ke arahku dengan tersenyum.
Belum pernah aku merasakan rasa haru yang begitu mendalam.
So, Jangan sekali-kali meremehkan tindakan yang anda lakukan.
Bahkan dengan tindakan kecil-pun anda dapat saja mengubah hidup orang lain.
Sahabat adalah malaikat yang mengangkat kita tatkala kita lupa bagaimana caranya terbang.
(kutipan)
label:
Paket Sahabat
-@- dari teman, Ariany SITUMORANG -@-
dikirim teman, AS-ym
thx sis
~~~~~~
thx sis
~~~~~~
CINTA akan kebebasan adalah cinta kepada orang lain
CINTA akan kekuatan adalah cinta pada diri kita sendiri
label:
Paket Sahabat
Senin, September 01, 2008
-@- dari teman, Riri -@-
dikirim teman, Riri-ym-01sep2008
thx sis
~~~~~~~
thx sis
~~~~~~~
some people are honest only
because they have never had a chance to steal anything
label:
Paket Sahabat
niat dan keinginan
JANGAN pernah berniat dan berkeinginan menCURI di rumah SAHABAT Anda sendiri
label:
Paket Sahabat
Jumat, Agustus 29, 2008
berilah dan cintailah
Anda dapat memberi TANPA mencintai,
tetapi Anda tidak dapat mencintai TANPA memberi
tetapi Anda tidak dapat mencintai TANPA memberi
Kamis, Agustus 28, 2008
-@- dari teman, Momento SIHOMBING -@-
dikirim teman, MS-ym-28aug2008
thx bro
~~~~~~~~~~~~~~
perhatian SAHABAT adalah ANUGERAH,
campur tangannya bisa jadi BENCANA
thx bro
~~~~~~~~~~~~~~
perhatian SAHABAT adalah ANUGERAH,
campur tangannya bisa jadi BENCANA
-@- dari pariban, Poltak SIMANJUNTAK -@-
dikirim pariban hasian na jugul baut, PS-ym-28aug2008
thx iban jugul
thx iban jugul
~~~~~~~~~~~~~~
SAHABAT adalah orang yang melindungi
SAHABAT adalah orang yang melindungi
hak privasi & benteng terhadap serangan gossip dan rumors
SAHABAT campur tangan?
SAHABAT
tidak ikut campur tangan dalam hidup Anda,
tetapi
mereka tetap memperhatikannya
Selasa, Agustus 26, 2008
tepat waktu & terlambat
SAHABAT yang selalu tepat waktu juga akan mempunyai SAHABAT yang selalu terlambat!!
label:
Paket Sahabat
Langganan:
Postingan (Atom)

